You are here: Home » Kelas Film Dan Video » #MariMenonton » Candu Televisi

Candu Televisi

Notulensi Mari Menonton Sesi 2 – 21 Desember 2014

Tepat pukul 16.00, tim traffic mengarahkan penonton memasuki ruang pemutaran. Namun kali ini mereka bekerja lebih ekstra untuk mengontrol identitas penonton—hanya penonton yang sudah memiliki KTP/SIM saja yang boleh masuk ke ruang pemutaran, sebab dua film yang akan di putar memiliki rating 18+. Sementara itu, penonton yang belum memiliki persyaratan umur yang ditentukan, diminta menunggu film ketiga sembari menikmati perform Witra and the Batirs di panggung.

Film pertama dan kedua sukses diputar, memasuki film ketiga, penonton di bawah usia 18 tahun diperbolehkan memasuki ruang pemutaran. Film ketiga ini berjudul Rational Minding. Menyadarkan penonton bahwa tayangan televisi yang ditonton oleh anak-anak memang menimbulkan reaksi yang sulit dan terduga, sehingga membutuhkan pengawasan orang dewasa. Realita tersebut kemudian dibahas pada segmen diskusi dengan tema ‘candu pada televisi’ bersama Aji Utama, mahasiswa psikologi UIN Yogyakarta.

Diskusi

Di sela sesi diskusi tentang kecanduan terhadap televisi, diputarkan video lucu tentang efek televisi pada anak yang menjadi bahasan panjang dan seru.

Beberapa peserta mengungkapkan pengalaman mereka mengenai tayangan televisi yang dialami oleh orang-orang terdekat. Teryata dari beberapa pengalaman yang diceritakan, Aji menilai bahwa tontonan televisi merupakan ruang observasi yang selanjutnya akan menuju pada imitating atau peniruan. Sebab, secara umum orang akan menonton televisi karena ia suka acaranya atau boleh dibilang isi ceritanya mirip dengan realita kehidupan orang tersebut. Sehingga menimbulkan candu bagi anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Selain itu, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap parah atau tidaknya dampak televisi pada seseorang. Sebab, faktor lingkungan tidak bisa berdiri sendiri untuk memengaruhi dampak tersebut.

Di tengah diskusi yang semakin mengupas tentang candu televisi, Aji memperlihatkan sebuah video kritikan terhadap tayangan televisi yang beberapa waktu lalu sempat eksis menjadi trendingtopic di berbagai media sosial. Mau tidak mau peserta diskusi menyadari bahwa candu televisi di tengah masyarakat merupakan buaian yang mengancam pribadi seseorang, usia anak-anak khususnya. Namun kemudan muncul pertanyaan baru bagi semua peserta diskusi: tayangan seperti apa yang harus ditonton saat tayangan televisi yang layak tonton tetap saja memberikan dampak kecanduan?

Diskusi di akhiri dengan foto bersama seluruh peserta dan tim yang kemudian dilanjutkan menikmati perform Witra and the Batirs di stage awal. Pukul 17.30 Mari Menonton hari pertama berakhir di tengah gerimis dengan suasana ramai, meriah, dan berbagai pembelajaran yang cukup membuat siapa saja terhenyak pada realita telivisi di tengah keluarga dan candu televisi yang selalu mengintai. Sebuah kebersamaan yang esok diharapkan kembali hadir lebih sukses dan meriah, sebagai puncak rangkaian #Menuju20Des.

Mari Menonton! (Ratna Asih)

_MG_0674

1 Comment

  1. Terimakasih artikelnya.Bermanfaat sekaligus sangat mendidik dalam menyikapi perkembangan teknologi khususnya dibidang hiburan dan visualisasi.