You are here: Home » Banjarnegara » Perkaya Diri dalam Menulis Fiksi dengan Membaca!

Perkaya Diri dalam Menulis Fiksi dengan Membaca!

BANJARNEGARA – Menjadi sebuah kesulitan bagi setiap penulis, apalagi penulis pemula, untuk mengemukakan apa yang ada di otaknya dalam sebuah tulisan. Sebanyak 10 orang peserta terseleksi kemarin (18/7) duduk bersama di Homebase Godong Gedang Banjarnegara di daerah Pucang, Bawang. Mereka merupakan kaum muda Banjarnegara yang mengikuti rangkaian Kelas Menulis Seri Kedua bertajuk “Ekspedisi Diri”. Tim Pengelola Kelas Menulis menginisiasi serangkaian kelas penulisan fiksi yang dilakukan selama dua hari, yaitu 18 – 19 Juli 2014. Bersama para peserta, Syafrizal, Dosen Ilmu Komunikasi UGM yang mengisi kelas tersebut, membahas lebih jauh mengenai penulisan fiksi. Mulai dari bekal dasar yang dibutuhkan dalam menulis fiksi, hingga langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatannya. Mas Rizal juga memotivasi peserta dengan mengisahkan tokoh-tokoh sastra inspiratif, seperti halnya J.K. Rowling, Gabriel Marquez Garcia, dan Jean-Paul Sacret.

Membaca, merupakan hal yang berkali-kali ditekankan sebagai prinsip menulis fiksi oleh Mas Rizal pada sesi pertama kemarin. Menulis pada dasarnya merupakan sebuah proses pengembangan diri yang mendorong manusia untk membaca dan memamerkan pengalaman hidup. Menulis fiksi menjadi manifestiasi dari pemikiran-pemikiran yang muncul dan ingin segera dibebaskan dari otak. Fiksi membantu kita melihat hal yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Fiksi adalah tempat utk memerdekakan diri dari struktur. Caranya adalah dengan melakukan penjelajahan pada diri sendiri, menggali, dan akhirnya mendapatkan ide untuk dituangkan dalam sebuah karya fiksi. Gagasan ini lahir dari banyaknya bacaan dan pengalaman hidup yang dialami. Fiksi yang bersifat independen dapat pula menjadi sarana perubahan sosial. Hal ini dikemukakan mas Rizal sambil menjelaskan melalui ilustrasi dari novel-novel yang beredar, seperti halnya novel buatan Pramodya Ananta Toer.

Di sela waktu istirahat, mas Rizal membagikan kertas yang harus diisi oleh peserta berisi kolom alasan mengikuti kelas dan pengetahuan yang dimiliki untuk mengetahui tujuan apa yang diinginkan masing-masing peserta dalam menulis fiksi. Selain itu, peserta juga diminta untuk membuat satu tulisan fiksi yang dibawa pada esok hari untuk dibahas bersama. Kelas ini ditutup pada sebuah kesimpulan bahwa karya fiksi seharusnya kaya dengan wawasan dan pengetahuan untuk pada akhirnya dapat memberikan dampak pada perubahan sosial, dalam hal ini khususnya di Banjarnegara. Namun sebelum melangkah pada tahap selanjutnya, wawasan dan pengetahuan yang luas ini dapat diperoleh melalui membaca. Jadi, budaya membaca menjadi kunci dalam menulis fiksi dan jenis bacaan yang dipilih dapat berpengaruh sebagai referensi setiap orang dalam pembuatan tulisan fiksi. Yuk rajin membaca!

Ekspedisi Diri Day 1

Syafrizal sedang menjelaskan tentang langkah-langkah menulis fiksi pada peserta kelas, Jumat (18/7).

Terimakasih kepada An Epic Burger yang telah menyiapkan sajian takjil bagi para peserta, serta Warung Stasiun yang menghidangkan santapan lezat untuk buka puasa pengisi kelas dan pengelola. Semoga sukses selalu!

Warung Stasiun An Epic Burger

Leave a Reply