You are here: Home » Kelas Film Dan Video » Serunya #YukProduksiFilm di SMP Negeri 1 Bawang

Serunya #YukProduksiFilm di SMP Negeri 1 Bawang

 
Program #YukProduksiFilm adalah program lanjutan dari #DolanMaringSekolah. Program #DolanMaringSekolah yang dilaksanakan pada bulan Oktober tahun lalu, dilakukan dengan mengunjungi 9 sekolah di Banjarnegara secara konsisten, untuk memutar film-film pendek sebagai salah satu tontonan alternatif kaum muda Banjarnegara. Program #DolanMaringSekolah juga sebagai salah satu pemetaan kebutuhan kaum muda Banjarnegara. Setelah program tersebut selesai, kami merasa sangat dibutuhkan sebuah kelas produksi film pendek, karena melihat antusias dari 9 sekolah tersebut. Maka kami berkeputusan untuk membuat kelas kepada 2 sekolah yang kami anggap punya kemauan dan hasrat untuk memproduksi film pendek. SMP Negeri 1 Bawang menjadi persinggahan kami pada program #YukProduksiFilm yang pertama. Program ini dilaksanakan dari tanggal 16-29 Desember 2013, dengan pengisi materi beberapa kawan mahasiswa IKJ jurusan FFTv (Fakultas Film dan Televisi) antara lain : Andrie Sasono, Wregas Bhanuteja, dan Hadi Saputra. Mereka bertiga memberikan materi tentang pembuatan film pendek mulai dari tahap pra produksi hingga ke tahap pasca produksi selama 2 minggu tersebut. Dan dilanjutkan memproduksi film pendek dengan ide sederhana.
 
Peserta dari SMP Negeri 1 Bawang total ada 16 peserta siswa, mereka sangat antusias mengikuti program ini. Mereka sangat bisa menangkap apa yang disampaikan pemateri. “Energi mereka sangat positif dan besar dalam menangkap materi tentang produksi film pendek, tinggal bagaimana cara kita mengarahkan saja,“ kata Andrie Sasono. Tanggal 24 Desember 2013, para peserta memulai produksi film pendek dari hasil sharing dan materi dari ketiga pemateri, lahirlah sebuah ide cerita tentang sebuah pergeseran citra bahasa di Banjarnegara yang terkenal dengan ngapak di-mix dengan bahasa yang gaul atau  bahasa lain daerah. Judul film tersebut adalah “Lo Gue“, merupakan sebuah ide cerita yang sederhana dan terjadi dikalangan kaum muda Banjarnegara. Para peserta melakukan produksi selama 2 hari dan tahap editing selama 5 hari. Selama dua minggu mereka mendapatkan materi untuk membuat film pendek yang baik, dengan penegasan pada persiapan dan ide cerita yang terjadi disekitar kita. Tak lupa juga berkonsentrasi pada hal teknis tentang kamera dan hal lainnya yang sangat penting pada elemen film khususnya film pendek.
 

Leave a Reply