You are here: Home » Banjarnegara » Yuk, Berani Berbicara!

Yuk, Berani Berbicara!

Notulensi Kelas Public Speaking  “Bahasa Berbicara” Day 1

Banjarnegara – Mencoba mengutarakan pesan melalui lisan menjadi hal yang paling menantang, terutama bagi kalangan muda. Hanya sekedar untuk mencobanya terkadang anak muda masih merasa ada tembok yang menghalangi, seakan mereka harus memanjatnya. Benar adanya, anak muda di era teknologi seperti sekarang ini terkadang lebih memilih untuk bertuturkata melalui media sosial (baca: twitter, Facebook, Path, dll). Hal ini terjadi karena mereka merasa nyaman bisa berbicara dibalik jempol yang menari sepanjang qwerty.

Rabu, 10 Desember 2014, tepatnya di home base Godong Gedang Banjarnegara, sebanyak 15 anak muda mencoba untuk melawan rasa takutnya dengan berbicara secara tatap muka. Godong Gedang menginisiasi sebentuk kelas Public Speaking untuk memberikan ruang kelima belas anak muda tersebut agar bisa berlatih berbicara secara tatap muka. Mereka dipandu oleh Aulia Mahardika, mahasiswi tingkat akhir sekaligus tim Public Relation dari Movie Box Yogyakarta. Mulai dari bermain ‘Maka – Jika’, Aulia mencoba mengajak peserta untuk berbicara satu persatu secara terbuka, hingga melatih konsentrasi pada permainan ‘Ayam Makan Cacing’. Peserta semakin merasakan bahwa berbicara secara lisan itu penting karena mereka harus bisa menjelaskan pesan yang akan mereka sampaikan. Permainan ini membuat peserta kelas menyadari akan satu hal, yakni menjadi diri sendiri dengan cara berbicara.

Setelah Aulia mengemas kelas dengan permainan, Duta Wisata Banjarnegara 2008 ini memulai memberikan sederet materi dasar tentang apa itu Public Speaking. Dengan bahasa dan penjelasan yang sangat sederhana, Aulia memberikan definisi serta bagaimana cara agar peserta mampu merobohkan tembok besar saat harus berbicara di depan umum. Alhasil, peserta mulai memberikan respon yang positif dengan bertanya mengenai masalah yang mereka hadapi sebelum berbicara di depan umum.

Sebagai dari solusi permasalahan dasar peserta, pada akhir sesi, Aulia membagi peserta menjadi 4 kelompok yang mana terdiri dari ahli kebersihan, ahli keamanan, ahli marketing, dan ahli infrastruktur. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok agar berperan sebagai seorang ahli dalam bidang tersebut dan akan menyimulasikan presentasi tempat obyek wisata di Banjarnegara. Setelah 4 kelompok ahli dibentuk, masing-masing dari tim ahli dibagi menjadi kelompok lagi yakni obyek wisata Arung Jeram, Serulingmas, Waduk Mrica, dan Desa Wisata Gumelem. Presentasi ini sangat membantu peserta untuk memberanikan diri dalam mengutarakan ide yang mereka miliki. Selain itu, simulasi ini menjadi catatan untuk Aulia agar pemateri selanjutnya dapat mengerti permasalahan yang lebih mendalam pada proses berbicara di depan umum. (Dhirga)

Leave a Reply